Peran Guru dalam Menjaga Kesehatan Mental Peserta Didik
Penulis: Guru Kreator02 Mei 2023
Salah satu isu penting yang perlu diperhatikan oleh seorang guru adalah kesehatan mental. Hasil survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 pada remaja usia 10-17 tahun menunjukkan satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental atau setara 15,5 juta remaja. Selain itu, hasil survei juga menunjukkan satu dari dua puluh remaja Indonesia memiliki gangguan mental atau setara 2,45 juta remaja.
Hal ini menunjukkan bahwa setiap peserta didik memiliki peluang untuk mengalami masalah kesehatan mental. Apalagi pada zaman modern seperti sekarang ini, peserta didik diperhadapkan dengan berbagai informasi, tantangan, dan tuntutan sosial yang dapat mempengaruhi perkembangan mental. Oleh karena itu, penting bagi seorang guru mendukung kesehatan mental peserta didik di sekolah melalui pengenalan tentang teori kesehatan mental peserta didik dan langkah/cara yang dapat dilakukan guru untuk membantu perkembangan mental peserta didik di sekolah.
Teori Kesehatan Mental Peserta Didik
WHO (The World Health Organization) menjelaskan kesehatan mental merupakan kondisi dimana seseorang mampu: menyadari potensi diri dan mampu mengatur diri dengan baik mampu mengatasi tekanan, stres, problematika diri dalam kehidupan sehari-hari mampu bekerja produktif dan memberikan kerja nyata mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan atau komunitasnya. Kesehatan mental pada peserta didik memiliki beberapa unsur yaitu: Tidak adanya stres diri dalam belajar Merasakan kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar Adanya harmonisasi diri, bukan disharmonisasi diri dalam pembelajaran Tidak malas yang berlarut-larut Daya dukung yang besar dari lingkungan sekitar Tidak bersifat individualis.
Pola Pengasuhan Secure Attachment
Selain mengetahui teori kesehatan mental, guru juga dapat melakukan pola pengasuhan secure attachment, yakni pendekatan yang membuat peserta didik merasa aman dengan sentuhan yang tulus dan penuh cinta kasih dari guru di sekolah. Berikut beberapa langkah/cara sederhana dari pola pengasuhan secure attachment yang dapat dilakukan guru: Guru dapat menunjukan kehangatan (warm) dalam sikap, perhatian dan perbuatan terhadap peserta didik. Peka terhadap kegelisahan (sensitive). Apa yang terjadi pada peserta didik guru dapat mengenali dan berupaya mendengar, mendukung, dan menolong peserta didik. Dapat diandalkan (dependable). Ketika peserta didik membutuhkan seseorang untuk diandalkan, guru dapat menjadi sosok yang membantu sehingga peserta didik merasa terlindungi, aman, dan tenteram. Guru bersikap santun dan menghargai peserta didik. Guru juga dapat bekerja sama dengan peserta didik lain, orang tua, atau pihak profesional yang memiliki kemampuan komunikasi untuk membantu perkembangan mental peserta didik agar dapat menjadi rekan untuk saling menolong. Dengan mendukung kesehatan mental peserta didik ,guru dapat mendukung perkembangan sosial, kognitif, emosi, dan adaptasi sehingga peserta didik dapat berkontribusi di lingkungan sekitarnya.